KESUKSESAN Ju­ven­tus meraih scu­detto atau ge­lar juara Liga Se­­rie A Italia musim ini ber­­buah rekor.


Tim berjuluk La Vecchia Signora itu tercatat men­ja­di satu-satunya klub yang mam­pu menjadi juara se­te­lah kalah empat kali di 10 pertandingan pertama atau di awal musim.


Ya, di awal musim, ‘si Nyo­nya Tua’ memang ke­rap terganjal. Bahkan di ti­­ga la­ga pertama, Paul Pog­­­ba dan kawan-kawan ha­­­nya mampu meraih sa­tu poin.


Hasil minor itu terus ber­lanjut hingga Juventus terjerembab di posisi ke-15 klasemen hing­ga pekan ke-10.


Saking buruknya penampil­an Juve, harian terkemuka Ita­lia La Gazzetta dello Sport bahkan memvonis ‘si Nyonya Tua’ akan kehilangan gelarnya di akhir musim.


Akan tetapi, I Bianconeri mampu mematahkan prediksi itu. Memasuki pekan ke-11, I Bianconeri mulai bang­­kit.


Perlahan namun pasti, skuat asuhan Massimiliano Alle­gri mulai rutin memetik ke­menangan. Bahkan me­ma­­suki pekan ke-18 telah mampu merangsek ke posisi em­pat besar, menguntit Na­po­li, Inter Milan, dan Fioren­ti­na.


Hebatnya lagi, sepanjang 25 laga berikutnya, Bianconeri tidak terkalahkan dan ha­nya sekali meraih hasil imbang.


Rentetan kemenangan itu membuat Juventus juga me­no­­rehkan catatan manis lain­­nya, yakni menjadi tim per­tama dalam satu dekade ter­akhir yang menjadi juara Li­ga Italia meski tidak di pun­cak klasemen saat paruh mu­sim. 


Salah satu kunci kesukses­an Juventus ialah lini pertahanan mereka yang nyaris sem­purna dan juga kehadir­an sang manusia super di bawah mistar gawang, Gian­lui­gi Buffon. 


Di 11 pekan pertama, Juven­tus hanya mencatatkan dua ka­li cleansheet yaitu ketika ditahan imbang Inter Milan 0-0 dan juga saat meraup ke­menangan 2-0 atas Atalan­ta.Namun di 25 pekan selan­jut­nya Juventus sukses melako­ni 18 laga tanpa kebobolan.


Menyadari statistik itu, Buf­fon pun menyebut scudetto ke­­lima beruntun Juve tahun ini terasa sangat spesial.


“Saya pikir scudetto ini sa­ma indahnya dengan yang per­tama kami dapatkan lima ta­hun lalu. Kemenangan ini me­nunjukkan kekuatan kami da­lam hal teknik dan karakter,” kata penjaga gawang berjuluki ‘Superman’ ini. (CNN/FootballItalia/B-3)