PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Simposium yang dilakukan Environment Institute Indonesia atau ENVIRO dan Klaster Penelitian Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dengan skema hybrid dan tema Peluang dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air bertujuan mendukung rencana rendah emisi yang dicanangkan UNFCCC.

"Indonesia telah menyampaikan komitmen dalam aksi iklim global, khususnya melalui Persetujuan Paris, serta telah menyusun rencana jangka panjang rendah emisi atau Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience - LTSLCCR 2050 yang telah disampaikan kepada United Nations 

Framework Convention on Climate Change atau UNFCCC pada Bulan Juli 2021," kata Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa seperti dalam rilis yang diterima Borneonews pada Jumat, 24 November 2023.

Selanjutnya, katanya, pada tahun 2022 Indonesia juga telah menyampaikan Enhanced Nationally Determined Contribution atau E-NDC dengan target reduksi emisi sebesar 32 persen dengan kemampuan sendiri dan 43 persen dengan kerjasama Internasional.

"Berdasarkn kedua dokumen tersebut Indonesia mencatat akan mencapai puncak emisi pada tahun 2030 dan mencapai emisi bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat," tuturnya.

--page

Itulah, katanya, yang melatarbelakangi pihaknya menggelar Simposium yang dilakukan dengan skema hybrid dan tema "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia" ini. 

Ada lima pembicara yang diminta menyampaikan paparannya dalam kegiatan tersebut salah satunya Kaprodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty.

Selain Prof Rahmawaty, ada empat pembicara lainnya dalam diskusi yang dipimpin moderator Dr Soleh Rusyadi Maryam tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi PLN, Prof Iwa Garniwa dan Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa. Kemudian ada Center for Research on Energy Policy-ITB, Dr Retno Gumilang Dewi, serta Executive Vice Presiden Manajemen Konstruksi PLN-Sumatera Kalimantan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman.

Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan atau SIL Universitas Indonesia, Dr Tri Edhi Budhi Soesilo. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Ketua Kluster Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan, Dr Ahyahudin Sodri. (TESTI PRISCILLA/H)