BORNEONEWS, Palangka Raya - Kaprodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty memaparkan mengenai permasalahan lingkungan hidup, dalam Simposium bertajuk "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia".
"Pencemaran lingkungan hidup itu bisa berupa pencemaran udara, banjir, kekeringan, longsor, puting beliung, kebisingan, peningkatan hama dan penyakit dari perubahan suhu udara," kata Prof Rahmawaty dalam keterangan resminya pada Jumat, 24 November 2023.
Selain itu, lanjutnya, pencemaran dari kualitas dan kuantitas air, distribusi air, jarak dengan sumber mata air. Kemudian dari lahan kritis, kerusakaan lahan, kebakaran lahan, alih fungsi lahan, erosi tanah, kesuburan tanah, pencemaran tanah.
"Kondisi tempat pembuangan sampah, peningkatan limbah B3, munculnya bau menyengat dari TPS, penumpukan sampah juga menjadi masalah lingkungan," bebernya lagi.
Selain itu, lanjutnya, konversi hutan, pengurangan hasil hutan, kebakaran hutan, pengurangan fungsi hutan, gangguan satwa liar, kemudian kualitas dan pencemaran air laut, abrasi pantai, gelombang tinggi, penurunan hasil sumberdaya pesisir, hingga kerusakan mangrove.
--page
Selain Prof Rahmawaty, ada empat pembicara lainnya dalam diskusi yang dipimpin moderator Dr Soleh Rusyadi Maryam tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi PLN, Prof Iwa Garniwa dan Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa. Kemudian ada Center for Research on Energy Policy-ITB, Dr Retno Gumilang Dewi, serta Executive Vice Presiden Manajemen Konstruksi PLN-Sumatera Kalimantan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman.
Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan atau SIL Universitas Indonesia, Dr Tri Edhi Budhi Soesilo. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Ketua Kluster Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan, Dr Ahyahudin Sodri. (TESTI PRISCILLA/j)









