BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman menjelaskan mengenai bahan bakar dari minyak goreng bekas yang digunakan private jet yang dinaiki grup band Coldplay untuk mengadakan konser di Jakarta baru-baru ini.
Seperti diberitakan Borneonews sebelumnya, band rock yang dibentuk di London pada 1997 ini jet pribadinya menggunakan bahan bakar minyak goreng bekas.
Mereka rela membayar lebih mahal jet pribadi dengan menggunakan bahan bakar berkelanjutan atau sustainable aviation fuel/SAF.
"SAF adalah singkatan dari sustainable aviation fuel atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Bahan bakar ini dihasilkan dari bahan baku berkelanjutan dan kandungan kimianya sangat mirip dengan bahan bakar jet fosil tradisional," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Sabtu, 25 November 2023.
Dirut BPDPKS ini menjelaskan penggunaan SAF menghasilkan pengurangan emisi karbon dibandingkan dengan bahan bakar jet tradisional yang digantikannya selama siklus hidup bahan bakar tersebut.
"Beberapa bahan baku yang umum digunakan adalah minyak goreng sawit dan minyak limbah non-sawit lainnya yang berasal dari hewan atau tumbuhan," jelasnya.
--page
Bahan baku SAF bisa juga berupa limbah padat dari rumah dan bisnis, seperti kemasan, kertas, tekstil, dan sisa makanan yang seharusnya dibuang ke TPA atau pembakaran.
"Sumber potensial lainnya mencakup limbah kehutanan, seperti limbah kayu, dan tanaman energi, termasuk tanaman cepat tumbuh dan alga. SAF saat ini terbuat dari minyak jelantah dan lemak kotoran hewan," bebernya. (TESTI PRISCILLA/R)









