PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman menjelaskan pentingnya penggunaan SAF atau sustainable aviation fuel. Istilah SAF yang dalam bahasa Indonesia ialah bahan bakar berkelanjutan muncul usai band Coldplay dalam laman resminya mengakui bahwa dalam perjalanannya ke berbagai negara itu, band rock yang dibentuk di London pada 1997 ini menggunakan bahan bakar minyak goreng bekas pada jet pribadinya.

"Bahan bakar jet mengandung banyak energi dibandingkan bobotnya dan kepadatan energi inilah yang memungkinkan penerbangan komersial," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Sabtu, 25 November 2023.

Saat ini tidak ada pilihan lain yang lebih layak untuk mengangkut sekelompok orang dengan cepat dalam jarak yang sangat jauh, sehingga bergantung pada jenis bahan bakar ini dalam penerbangan adalah pilihan terbaik.

"Penerbangan pulang pergi antara London dan San Francisco memiliki jejak karbon per tiket ekonomi sebesar hampir 1 ton CO2e," papar Eddy.

Industri penerbangan, lanjut Eddy, diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 8 miliar penumpang pada tahun 2050.

"Karena itu penting bagi kita untuk mengambil tindakan untuk mengurangi emisi karbon penerbangan dan SAF adalah salah satu cara untuk melakukan hal tersebut," tegas Dirut BPDPKS ini lagi.

Diberitakan sebelumnya bahwa dalam tur dunia kali ini, grup band yang digawangi Chris Martin sebagai vokalis dan pianis itu memang mengusung tema ramah lingkungan dengan menerapkan konsep inklusivitas dan keberlanjutan.

Coldplay mengaku mendapatkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang 100 persen dihasilkan dari limbah dan residu, seperti minyak goreng bekas dari restoran.

--page

Jika digunakan tanpa dicampur dengan bahan bakar jet fosil, SAF diklaim dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara hingga 80 persen dibandingkan dengan bahan bakar jet konvensional.

Jika memungkinkan, Coldplay juga menggunakan kendaraan listrik atau biofuel untuk pengangkutan dan transportasi darat selama tur.

Saat konser di Indonesia, Coldplay mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur sehari sebelum manggung. Itu merupakan konser pertamanya di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/R)