PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Kalampangan, Yunita Martina melakukan kunjungan kepada salah satu petani cabai di Kampung Proiklim, Jalan Sudirman Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau.

Kehadirannya bertujuan untuk meninjau situasi terkini terkait penanaman cabai serta mengetahui kendala yang dihadapi petani, terutama terkait kenaikan harga dan tantangan selama musim hujan.

Di pertemuan tersebut, Yunita bertemu dengan Pak Taman, salah seorang petani cabai. Mereka membahas kenaikan harga cabai yang kini menjadi topik pembahasan utama masyarakat Palangka Raya.

"Menanam cabai di musim hujan ternyata memiliki berbagai kendala dalam prosesnya, seperti serangan lalat dan cacar pada tanaman cabai yang menjadi musuh petani pada musim hujan," katanya, Sabtu, 25 November 2033.

Untuk mengatasi tantangan ini dibutuhkan perawatan yang lebih intensif. Menurut informasi dari petani, harga cabai rawit merah di pasar besar mencapai Rp 130.000 per kilogramnya, sebuah lonjakan harga yang cukup signifikan. 

Yunita juga menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan aktif kepada petani.

"Dengan bantuan dan pendampingan yang tepat, diharapkan petani dapat menghadapi tantangan musim hujan ini dengan lebih baik, menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen, serta memastikan harga cabai tetap terjangkau bagi konsumen," pungkasnya. (PATHUR/R)