BORNEONEWS, Palangka Raya - Penggunaan SAF atau sustainable aviation fuel yang dalam bahasa Indonesia ialah bahan bakar berkelanjutan disebut dapat menghemat jumlah karbon dalam jumlah yang sangat besar.
"SAF memberikan pengurangan emisi karbon hingga 80 persen selama siklus hidup bahan bakar," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam keterangan resminya pada Sabtu, 25 November 2023.
Pengurangan emisi karbon ini, lanjut Eddy, dibandingkan dengan bahan bakar jet tradisional yang digantikannya.
"Bergantung pada bahan baku berkelanjutan yang digunakan, metode produksi, dan rantai pasokan ke bandara," tuturnya lagi.
Diberitakan sebelumnya bahwa dalam tur dunia kali ini, grup band yang digawangi Chris Martin sebagai vokalis dan pianis itu memang mengusung tema ramah lingkungan dengan menerapkan konsep inklusivitas dan keberlanjutan.
Coldplay mengaku mendapatkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang 100 persen dihasilkan dari limbah dan residu, seperti minyak goreng bekas dari restoran.
Jika digunakan tanpa dicampur dengan bahan bakar jet fosil, SAF diklaim dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara hingga 80 persen dibandingkan dengan bahan bakar jet konvensional.
--page
Jika memungkinkan, Coldplay juga menggunakan kendaraan listrik atau biofuel untuk pengangkutan dan transportasi darat selama tur. Saat konser di Indonesia, Coldplay mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur sehari sebelum manggung. Itu merupakan konser pertamanya di Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









