PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kaprodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty mengatakan integrasi konservasi hutan dan PLTA melibatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara kebutuhan energi dan pelestarian lingkungan.

"Salah satu masalah utama adalah bagaimana mengintegrasikan upaya konservasi hutan yang esensial dengan operasional PLTA untuk mencapai kesinambungan ekologis, ekonomis dan sosial," kata Prof Rahmawaty pada Sabtu, 25 November 2023.

Hutan sebagai ekosistem yang kaya akan keragaman hayati dan pemangku kepentingan yang kompleks memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

"Beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti penggunaan lahan, kondisi habitat, kondisi Daerah Aliran Sungai, serta kondisi sosial ekonomi dan budaya," tegasnya.

Guru Besar Kehutanan ini menyampaikan hal tersebut dalam Simposium bertajuk "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia" yang dihelat Environment Institute Indonesia atau ENVIRO dan Klaster Penelitian Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

"Hutan merupakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pengurangan lahan hutan perlu diminimalisir agar tidak terjadi fragmentasi habitat, kepunahan spesies tertentu dan keragaman hayati dan kualitas ekosistem tetap terjaga," tegasnya.

Perpindahan atau penggusuran masyarakat lokal dari lahan karena pembangunan PLTA juga menurut Prof Rahmawaty perlu memperhatikan dampak sosial dan ekonomi. Seperti hilangnya mata pencaharian, perubahan pola hidup, dan konflik dengan pihak-pihak yang terlibat.

--page

Selain Prof Rahmawaty, ada empat pembicara lainnya dalam diskusi yang dipimpin moderator Dr Soleh Rusyadi Maryam tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi PLN, Prof Iwa Garniwa dan Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa. Kemudian ada Center for Research on Energy Policy-ITB, Dr Retno Gumilang Dewi, serta Executive Vice Presiden Manajemen Konstruksi PLN-Sumatera Kalimantan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman.

Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan atau SIL Universitas Indonesia, Dr Tri Edhi Budhi Soesilo. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Ketua Kluster Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan, Dr Ahyahudin Sodri. (TESTI PRISCILLA/R)