PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Amdal tahun 2023 pada Rabu-Jumat, 22-24 November 2023 di The Ritz-Cartlon, Jakarta membawa cerita tersendiri untuk salah seorang Guru Besar Kehutanan yang menjadi salah satu peserta kegiatan.

"Tentu kita bangga menjadi salah satu saksi pelaksaan Rakernas yang baru dilaksanakan lagi setelah sepuluh tahun lalu terakhir dilaksanakan," kata Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Rahmawaty dalam keterangan resminya pada Sabtu, 25 November 2023.

Dalam 10 tahun ini telah dilakukan corrective measures and actions atas kebijakan dan langkah berkenaan dengan penanganan sektor lingkungan hidup di Indonesia, khususnya dalam hal proses perijinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL.

"Tujuannya tidak lain memberikan kemudahan untuk ruang menjadi produktif bagi masyarakat sebagaimana hak untuk produktif bagi warga negara yang dimandatkan dalam UUD Pasal 27 dan Pasal 28," tuturnya lagi.

Kegiatan tersebut menurut Prof Rahmawaty juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau LHK, Siti Nurbaya.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan berkenaan dengan AMDAL ini, upaya mengembangkan artikulasi langkah-langkah nyata lapangan sebagai implementasi dan implikasi atas kebijakan yang telah diambil dalam rangka corrective actions termasuk yang dilakukan secara bertahap karena cukup berat dan kompleks.

"Kita semua tahu bahwa tidak mudah melakukan improvement ini, dan untuk itulah menjadi sangat penting saat ini kita bersama-sama dalam Rapat Kerja Nasional," ujar Menteri Siti dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional AMDAL di Jakarta, Rabu lalu. (TESTI PRISCILLA/R)