PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan hari guru nasional, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November menjadi momentum penting untuk menghargai peran luar biasa para guru dalam upaya mencetak generasi masa depan.

Siti Nafsiah menekankan guru merupakan pahlawan yang tidak pernah membawa pedang, namun dengan pedang-pedang ilmu dan pengetahuan, ‘mereka’ telah membentuk dunia ‘kita’.

"Hari guru nasional bukan sekadar perayaan formal, tapi juga kesempatan untuk merenungkan peran mereka dalam pembangunan masyarakat dan negara kita. Guru merupakan arsitek intelektual yang membangun dasar bagi setiap individu yang berjuang meraih mimpi dan cita-cita," ucapnya melalui rilis yang diterima, Minggu, 26 November 2023.

Ia menerangkan, mengapa ada hari khusus untuk merayakan guru. "Ini bukan hanya tentang memberikan penghargaan, namun juga untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya pendidikan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Guru merupakan pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan berbudaya," jelasnya.

Siti Nafsiah pun mengajak masyarakat untuk menilai sejauh mana penghargaan terhadap guru. "Kita harus mengakui pekerjaan guru seringkali tidak sebanding dengan penghargaan dan pengakuan yang layak," tambahnya.

--page

Selain itu, dirinya juga menekankan bahwa pentingnya kontribusi semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kita bisa mendukung melalui berbagai cara, mulai dari mendukung program-program pendidikan, menjadi sukarelawan di sekolah-sekolah, hingga memberikan apresiasi kepada para guru," ujarnya.

Menurut Siti Nafsiah, guru bukan hanya mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Guru merupakan panutan moral yang mengilhami ‘kita’ untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. Namun, tantangan dalam era transformasi digital 4.0 tidak boleh dilupakan.

"Guru harus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang, menghadapi perubahan dalam kurikulum, dan mengatasi berbagai hambatan dalam mengajar," tuturnya.

Siti Nafsiah menyoroti, peran teknologi dalam mendukung guru di era transformasi digital. Teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga dapat merangsang rasa ingin tahu dan kreativitas siswa.

--page

"Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran mencakup konten digital interaktif, platform pembelajaran online, dan eksplorasi sumber daya daring yang luas," timpalnya.

Tantangan era transformasi digital 4.0 menuntut peran pendidikan yang lebih fokus pada pengembangan keterampilan daripada sekadar transfer pengetahuan.

Guru diharapkan menjadi pemandu siswa dalam mengembangkan keterampilan kritis seperti pemecahan masalah, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital.

Ia mengingatkan, hari guru merupakan saat yang tepat untuk merenungkan peran guru dalam menghadapi tantangan menyongsong era transformasi digital 4.0.

"Guru merupakan agen perubahan yang memiliki kemampuan untuk mengilhami generasi masa depan. Untuk itu, kita perlu memastikan mereka memiliki akses ke sumber daya, pelatihan peningkatan kompetensi, dukungan kesejahteraan yang layak, dan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa," tandasnya. (DONNY D/H)