PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit menelusuri kemunculan orangutan yang meresahkan warga di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Kami menindaklanjuti laporan 2 orang warga Agus dan Lilis pada hari Kamis tentang kemunculan dan gangguan orangutan di kebun milik mereka," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Senin, 27 November 2023.

Warga melaporkan kemunculan 1 individu orangutan merusak dan memakan umbut sawit di Jalan Bunga Dahlia Desa.

Namun setelah dilakukan observasi, orangutan tidak ditemukan. BKSDA hanya menemukan 3 sarang, terdiri atas 1 sarang kelas satu dan 2 sarang masuk kategori kelas dua.

"Melihat kerusakan yang ditimbulkan ada ratusan batang anak kelapa sawit di makan umbutnya dari luas kebun sekitar 2 hektare," ujarnya.

--page

Orangutan tersebut akan sulit dilakukan rescue karena pelapor tidak tinggal di lokasi kemunculan, sehingga orangutan sulit terpantau.

"Luasan areal 100 Ha, berupa kebun kelapa sawit yang tidak terurus, semak belukar dan karet serta sedikit pepohonan. Jadi orangutan akan sering berada di tanah menyulitkan proses pencarian," katanya. (DEWI PATMALASARI/Y)