BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan tugas pemasyarakatan pada awal 2016 mengalami keterpurukan. Ini karena adanya sorotan publik tentang rendahnya kinerja petugas pemasyarakatan yang dibuktikan dengan adanya pengendalian dan peredaran narkoba di dalam lapas, rutan, dan cabang rutan. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya keterlibatan petugas pemasyarakatan dalam memberikan fasilitas bahkan ikut serta melakukan peredaran narkoba.

Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo mengatakan itu saat menjadi Inspektur Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-52 Tahun 2016 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya, Rabu (27/4/2016).

Ia mengakui di Lapas Palangka Raya ini petugas yang tersedia tidak sebanding dengan penghuninya. Oleh karena itu pola pikir dan budaya kerja petugas harus ditingkatkan.

"Petugas harus profesional. Permasalahan yang dihadapi oleh pemasyarakatan saat ini erat kaitannya dengan rendahnya etos kerja dan gotong royong petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas," ujarnya.

Hal ini, menurut Hadi, tercermin pada masih rendahnya tanggung jawab dan pemahaman sepenuhnya terhadap makna dan hakekat dari tugas yang diemban dalam rangka membangun kapasitas pribadi para pelanggar hukum agar menyadari kesalahan, menjadi pribadi yang lebih baik agar mampu ikut berperan serta dalam pembangunan. (TESTI PRISCILLA/m)