PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada 13 Perangkat Daerah (PD) Palangka Raya mendaftar untuk mengikuti Lomba inovasi berhadiah jutaan.

Lomba ini untuk mendorong perangkat daerah mengembangkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan pelayanan publik.

"Dalam lomba ini, setiap perangkat daerah diharapkan untuk mengajukan inovasi yang telah mereka lakukan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka," kata Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, Senin, 27 November 2023.

Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup menjadi perangkat daerah dengan jumlah inovasi terbanyak, yaitu 8 inovasi. Inovasi-inovasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan kota.

Selain itu, Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah juga memiliki 7 inovasi yang telah mereka ajukan. Inovasi-inovasi ini berkaitan dengan pengembangan sistem pembayaran pajak dan retribusi yang lebih efisien dan transparan.

--page

Satuan Polisi Pamong Praja, yang bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keamanan di kota ini, juga tidak ketinggalan dalam mengajukan inovasi.

Mereka telah mengajukan 4 inovasi yang berkaitan dengan peningkatan efektivitas penegakan hukum dan penanganan pelanggaran.

Kemudian Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga juga turut berpartisipasi dengan 3 inovasi yang telah mereka ajukan. Inovasi-inovasi ini berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan promosi budaya lokal.

Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Sekretariat DPRD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Lalu Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, dan Kecamatan Bukit Batu juga turut berpartisipasi dengan masing-masing 2 inovasi atau 1 inovasi.

"Lomba ini diharapkan dapat mendorong semangat inovasi di kalangan perangkat daerah dan menghasilkan solusi-solusi yang dapat meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa jutaan rupiah, yang dapat digunakan untuk mendukung implementasi inovasi yang telah mereka ajukan. (HENDRI/Y)