PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyampaikan bundaran Monyet yang berada di Desa Kapitan, Kecamatan Kumai diganti dengan Ikon Kapal. 

Pergantian Ikon Kapal tersebut merupakan usulan dari seluruh tokoh masyarakat Kumai, mereka sepakat dengan menetapkan penamaan Bundaran Monyet diganti dengan nama Bundaran Bahari. 

Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Muallim mengatakan, pengerjaan Bundaran Bahari tersebut menelan biaya sebesar Rp 720.800.000,-.

Ia mengatakan bahwa pengerjaannya akan selesai tahun ini, kemudian akan dilanjutkan kembali pada tahun 2024 dengan menyelesaikan ornamen di bawah kapal yang nantinya mengisahkan perjuangan masyarakat Kumai pada tahun 14 Januari 1946.

"Bundaran Bahari itu berdiri sebuah Kapal Pinisi, sehingga Bundaran Bahari itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Kobar, bahkan menjadi ikon bagi Masyarakat Kobar," ujarnya, Senin, 27 November 2023.

--page

Muhammad Hasyim Muallim mengungkapkan Kecamatan Kumai, merupakan wilayah yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Serta, merupakan tempat dimana Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berada sehingga diperlukan penataan estetik termasuk Bundaran Bahari ini.

"Kapal yang ada di dalam bundaran Bahari itu di ambil adalah Kapal Pinisi karena Kapal Pinisi melambangkan nilai filosofi tersendiri, yakni nilai untuk bekerja keras, kerja sama, keindahan, hingga menghargai alam," jelas Hasyim. 

Kemudian, dua tiang utama Kapal Pinisi tersebut mempunyai arti dua kalimat syahadat dalam Islam, sedangkan tujuh layar lainnya merupakan simbol dari surah Al-Fatihah.

"Simbol itu melambangkan harapan dan doa bagi masyarakat agar selalu diberikan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat," tutur Hasyim. (NURITA/H)