PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar mengatakan Indonesia menargetkan untuk memproduksi kelapa sawit Rp50 juta ton pada tahun 2025.

"Indonesia menargetkan untuk memproduksi kelapa sawit Rp50 juta ton pada tahun 2025," kata Arfie dalam rilisnya pada Selasa, 28 November 2023.

Hal ini disampaikannya dalam Indonesia Millennials and Gen Z Summit (IMGS) yang diselenggarakan pada 24-26 November 2023.

"Syaratnya, tidak ada lagi penambahan luas lahan," tegas Arfie.

Artinya di sini adalah, lanjutnya, peningkatan produktivitas hanya dari lahan yang sudah ada.

--page

"Nah di sini peran riset atau penelitian untuk mendukung bagaimana ini bisa dicapai dengan membuat benih-benih yang lebih tinggi produktivitasnya atau membuat pupuk yang lebih bisa meningkatkan produktivitas dari kelapa sawit ini," tutur Arfie.

BPDPKS berkesempatan memaparkan seperti apa komoditas kelapa sawit di negara kita di Indonesia Millennials and Gen Z Summit atau IMGS yang diselenggarakan pada 24-26 November 2023. 

"Untuk kamu ketahui, BPDPKS merupakan lembaga yang merupakan unit organisasi non-eselon di bidang pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan," terangnya.

BPDPKS, lanjutnya, bertugas untuk melaksanakan pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit baik dana pengembangan maupun dana cadangan pengembangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (TESTI PRISCILLA/Y)