BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 40 proposal mahasiswa se-Indonesia dinyatakan lolos untuk mendapat pendanaan dalam Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2023-2024 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.
"Riset-riset yang didanai oleh BPDPKS adalah riset yang diyakini mampu memberikan solusi, menjadi pemecah masalah atau problem solving terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit nasional saat ini," kata Direktur BPDPKS, Eddy Abdurrachman usai mengumumkan proposal yang lolos seleksi pada Senin, 27 November 2023.
Adapun problem yang bisa dipecahkan oleh hasil riset sawit yang didanai BPDPKS tersebut, kata Eddy, seperti peningkatan produktivitas dan efisiensi, peningkatan aspek keberlanjutan atau sustainability, kepedulian atau awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, serta mendorong penemuan atau inovasi produk atau pasar baru.
"Grant Riset Sawit merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh BPDPKS secara regular setiap tahun," tuturnya lagi.
Pantauan Borneonews, salah satunya adalah proposal dari mahasiswa Universitas Palangka Raya.
--page
Pengumuman ini disampaikan melalui situs resmi BPDPKS.
Desiana Sinta dari Universitas Palangka Raya menjadi salah satu peserta yang lolos seleksi melalui proposal berjudul "Pengembangan Antifungi Berbasis Senyawa Fenazin dan Fenolik dari Bakteri Endofit Pseudomonas aeruginosa Strain CEU6 untuk Pengendalian Genoderma boninense". (TESTI PRISCILLA/j)









