PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 98 persen pendidikan Kalimantan Tengah disebut telah mendapat perlindungan kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya, K Hindro Kusomo saat kegiatan "Ngopi" yakni Ngobrol Program Terkini, bersama dengan awak media pada Senin, 27 November 2023.

"BPJS Kesehatan memiliki agenda yang signifikan dalam memberikan perlindungan kesehatan dan sosial bagi masyarakat. Saat ini, 98 persen penduduk di Kalteng sudah mendapatkan perlindungan sosial, dan progres capaian Universal Health Coverage atau UHC mencapai 95,71 persen," kata Hindro.

Pada pertemuan tersebut Hindro mengatakan masih ada sekitar 30 persen peserta mandiri yang tidak aktif dalam program BPJS Kesehatan.

"Namun, jumlah masyarakat yang tercover di Provinsi Kalteng sudah mencapai 98,12 persen dan 8 kabupaten/kota sudah tercover dengan persentase 100 persen," tuturnya.

--page

Hindro memaparkan bahwa ada beberapa poin terkait pentingnya tercover sistem jaminan sosial dalam bidang kesehatan antara lain biaya layanan terus meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu.

"Pola penyakit juga bergeser dari penyakit infeksi ringan ke penyakit degeneratif yang bersifat kronis. Hingga pasien tidak memiliki pilihan dan posisi tawar lemah saat mendapatkan informasi yang cenderung asimetris," jelasnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa dengan perkembangan teknologi kedokteran yang semakin maju, sistem jaminan sosial memberikan solusi bagi pasien yang sakit dan tidak mampu.

"Sistem ini juga hadir bagi masyarakat yang mengalami dampak sosial ekonomi akibat penyakit," bebernya. (TESTI PRISCILLA/H)