BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas dari Kabupaten Kapuas mengikuti pelatihan Pelayanan terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM).
Kegiatan tersebut digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya sampai dengan tanggal 2 Desember 2023.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan menyampaikan PTM saat ini merupakan masalah kesehatan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, karena menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian.
Penyakit tidak menular juga merupakan penyakit katastropik yang dapat mengancam jiwa, membutuhkan perawatan medis dalam jangka waktu panjang, serta membutuhkan biaya pengobatan besar.
“Sepanjang tahun 2022, kasus penyakit katastropik yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah penyakit jantung (15,5 juta kasus), kanker (3,2 juta kasus), stroke (2,5 juta kasus), dan gagal ginjal (1,3 juta kasus),” katanya, Selasa, 28 November 2023.
--page
Tingginya kematian akibat penyakit tidak menular mendorong Kementerian Kesehatan untuk mengadopsi strategi pengendalian Covid-19 dalam upaya mencegah laju kasus PTM.
Diantara upaya yang dilakukan adalah menguatkan peran promosi kesehatan, deteksi dini, surveilans dan pelayanan di tingkat layanan primer seperti Puskesmas, melalui Pandu PTM.
"Dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian PTM, khususnya Pandu PTM di FKTP, diperlukan dukungan sumber daya kesehatan yang kompeten sebagai pelaksana yang bekerja secara profesional. Oleh karena itu diperlukan pelatihan terhadap tenaga kesehatan di tingkat FKTP (puskesmas)," pungkasnya. (DODI/H)









