BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan beroperasinya Bio-Compressed Natural Gas atau Bio-CNG Plant disebutkan bahwa PT Sawit Sumbermas Sarana atau PT SSMS Tbk dapat mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil beralih ke energi terbarukan.
"Beropersinya Bio-CNG Plant pertama ini, SSMS mengestimasikan akan melakukan efisensi dan penghematan penggunan bakar bakar fosil sekitar 1,25 juta liter/tahun, yang selama ini dipakai sebagai bahan bakar genset," kata Group Head Sustainability, Henky Satrio W dalam keterangan resminya kepada Borneonews pada Selasa, 28 November 2023.
Selain penghematan dalam penggunaan bahan bakar fosil, lanjut Henky, secara berkelanjutan adanya Bio-CNG ini juga sebagai upaya SSMS mendorong keberhasilan pengelolaan limbah kelapa sawit berkelanjutan dan mempercepat pencapain target Sustainable Development Goals atau SDGs terkait net zero emmision serta ikut berkontribusi pada komitmen nasional terhadap NDC atau National Determined Contribution.
"Ke depannya, SSMS menargetkan pembangunan 3 pabrik biogas dan 2 Bio-CNG dengan total nilai investasi mencapai Rp280 miliar," tuturnya lagi. Pembangunan sejumlah pabrik tersebut, katanya, direncanakan akan dimulai pada 2024.
"Untuk sekarang, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS Group melalui unit bisnisnya, PT Kalimantan Sawit Abadi atau PT KSA sedang melakukan uji coba produksi atau commissioning Bio-Compressed Natural Gas atau CNG Plant berlokasi di Kotawaringin Barat dengan kapasitas gas biometana 1,000 Nm3/jam," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)









