BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor atau IPB bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS melakukan sosialisasi Tandan Kosong atau Tankos Kelapa Sawit menjadi pupuk organik substitusi pupuk kimia di Palangka Raya pada Selasa, 28 November 2023.
"Teknologi ini mampu menekan biaya produksi pemupukan hingga 20 persen karena tujuan kita adalah mengembalikan apa yang dihasilkan sawit untuk sawit lagi, substitusi ini akan menurunkan biaya kebun sawit hingga 20 pesen," kata Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Workshop, IPB University, Erliza Hambali dalam pembukaan kegiatan di Hotel Luwansa.
Dia berharap agar infomasi baru ini dapat menjadi berita baik untuk industri kepala sawit Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.
"Mudah-mudahan berita baik ini bisa dinikmati bersama tidak hanya pengusaha tapi juga pekebun sawit bahwa karbonisasi Tankos kelapa sawit dan pemanfaatannya sebagai pupuk organik untuk substitusi pupuk kimia pada perkebunan kelapa sawit di Kalteng ini dapat dilakukan," katanya.
Workshop bertajuk "Karbonasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik untuk Substitusi Pupuk Kimia pada Perkebunan Kelapa Sawit" di Palangka Raya ini juga dihadiri Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar.
"Dengan target pemerintah untuk mencapai produksi hampir 60 juta ton CPO di 2025 kita harapkan substitusi pupuk kimia ini bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong produktivitas kita," kata Arfie. (TESTI PRISCILLA/R)









