BORNEONEWS, Palangka Raya - Divisi Teknologi Proses, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor atau IPB University bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mendorong Karbonisasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya sebagai Soil Conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada perkebunan sawit di Palangka Raya.
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Workshop yang dilaksanakan di 3 kota yaitu Pekanbaru pada 14 November 2023, Medan pada 21 November 2023 dan Palangka Raya pada 28 November 2023 ini," kata Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Workshop, Prof Erliza Hambali saat pembukaan kegiatan di Hotel Luwansa Palangka Raya, Selasa, 28 November 2023.
Pada tahun 2023, lanjutnya, luas areal perkebunan sawit hampir 16 juta Ha dengan produksi Tandan Kosong Kelapa Sawit sekitar 47 juta ton.
"Berdasarkan analisis data proyeksi pada tahun 2050 akan dihasilkan Tandan Kosong Kelapa Sawit sekitar 103 juta ton. Oleh sebab itu Tandan Kosong Kelapa Sawit yang berlimpah ini perlu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," tuturnya.
Workshop bertajuk "Karbonasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik untuk Substitusi Pupuk Kimia pada Perkebunan Kelapa Sawit" di Palangka Raya ini juga dihadiri Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar.
--page
"Dengan target pemerintah untuk mencapai produksi hampir 60 juta ton CPO di 2025 kita harapkan substitusi pupuk kimia ini bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong produktivitas kita," kata Arfie.(TESTI PRISCILLA/Y)









