BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Desa (Pemdes) yang menjadi lokasi dan fokus (lokus) stunting di Kabupaten Kapuas diharapkan terus meningkatkan upaya nyata dalam penanganan stunting.
Hal itu disampaikan Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi seusai pimpin acara gerakan bersama menuju Kapuas bebas Stunting (Gema Eka ASI) dan pencanangan percontohan desa atau keluarahan bebas stunting tahun 2024, bertempat di Gedung Olaharaga Serbaguna Tunas Muda, Desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak.
"Harapan saya seluruh desa lokus maupun percontohan desa atau kelurahan bebas stunting mampu meningkatkan upayanya yang nyata, tepat saran bagi keluarga beresiko stunting,” katanya, Rabu, 29 November 2023.
Lebih lanjut, dia mengatakan stunting harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan bangsa yang ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
"Oleh karena itu bagaimana kualitas manusia ke depan, didtentukan oleh keseriusan kita sejak saat ini,” ucapnya.
--page
Lebih lanjut dirinya mengatakan akar masalah stunting demikian kompleks yang mana menyangkut ketersediaan asuapn gizi dan ketahanan pangan, pola asuhm penyiapan kehiduapn berkelaurga yang berkualitas, akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata, serta akses sanitasi dan air minum yang layak.
“Percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas, melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota hingga kecamatan dan desa atau kelurahan, termasuk kalangan swasta, akademisi, serta media,” ucapnya.
Dirinya juga mengatakan desa atau kelurahan bebsa stunting adalah desa atau kelurahan yang tidak ada kasus stunting selama 1 tahun.
"Untuk itu diperlukan tim yang lebih aktif, intervensi spesifik dan sesntif yang terarah, capaian indikator yang terukur dan terkawal dengan baik," pungkasnya. (DODI/H)









