PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bantuan pangan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) diperpanjang sampai Maret 2024. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Riza Rahmadi membenarkan hal tersebut, sebagai upaya pengendalian harga beras.

Selain itu untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, pihaknya  juga akan tambah sesuai tingkat konsumsi masyarakat untuk bulan Desember 2023 dan Januari, Februari, Maret 2024.

"Penyaluran bantuan pangan beras efektif meredam gejolak harga beras yang terjadi sebagai dampak bencana El Nino," katanya, Rabu, 29 November 2023.

Bantuan pangan beras sudah dibagikan oleh pihaknya serta bekerjasama dengan Bulog pada tahap I, II dan seterusnya pada tahun 2023 ini.

Penyaluran beras bantuan pangan ini menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam merespons perkembangan harga beras saat ini.

"Ini juga untuk meredam kenaikan harga, beras bantuan pangan ini, serta mengurangi pengeluaran rumah tangga atas kebutuhan pangan lainnya," jelasnya. 

--page

Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalteng Budi Cahyanto mengatakan, untuk Kalteng hingga saat ini sudah tersalurkan beras SPHP sekitar 10.700 ton ke berbagai kabupaten/kota.

"Target penyaluran untum Kalimantan Tengah hingga akhir 2023 sebanyak 14.500 ton. Dijual dengan harga maksimal Rp11.500 per kilogram. Harga ini di bawah harga beras umum lainnya di daerah setempat," tandasnya. (MARINI/R)