BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Eddy Kelana mengatakan, dari enam pilar transformasi sistem kesehatan, masih ada kendala dalam hal transformasi layanan primer.
“Kita masih memiliki kendala dalam pencapaian target indikator kesehatan nasional seperti pada transformasi layanan primer,” ungkap Eddy Kelana saat mewakili Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul dalam keterangannya, Jumat, 1 Desember 2023.
Ia menyampaikan, transformasi layanan primer bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia.
Layanan komprehensif ini baik perorangan maupun masyarakat. Pelayanan kesehatan primer yang berkualitas adalah pondasi bagi sistem pelayanan kesehatan.
“Selain itu, pelayanan kesehatan primer merupakan tingkat pertama kontak individu, keluarga dan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional,” sebut dia.
--page
Hal itu membawa pelayanan kesehatan sedekat mungkin ke area tempat tinggal atau bekerja, dan juga merupakan elemen pertama dari proses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Sebagai informasi enam pilar transformasi sistem kesehatan telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik indonesiadimulai dengan transformasi layanan primer.
Kemudian transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi Kesehatan. (HERMAWAN DP/Y)









