PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wolbachia salah satu genus bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda. Wolbachia dapat tumbuh di nyamuk Aedes Aegypti yang dapat mengakibatkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bakteri Wolbachia ini juga menghambat perkembangan virus dengue di tubuh nyamuk Aedes aegypti. Artinya, kemampuan nyamuk dengan wolbachia dalam menularkan virus ke manusia akan berkurang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan bahwa DBD masih menjadi masalah kesehatan yang serius. 

Dan Wolbachia adalah bakteri yang sangat umum dan terdapat secara alami pada 50 persen spesies serangga, termasuk beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung, dan kupu-kupu.

"Wolbachia biasanya hidup di dalam sel serangga dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui telur serangga. Nyamuk Aedes aegypti biasanya tidak membawa Wolbachia," tuturnya, Jumat, 1 Desember 2023.

--page

Ia juga menambahkan, Wolbachia yang ada di dalam tubuh nyamuk dapat menghambat replikasi virus Dengue atau virus lainnya. 

"Contohnya, pada nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama dari virus Dengue, menyebabkan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia ini tidak dapat menularkan virus Dengue antar manusia melalui gigitannya," terangnya.

Ia juga menganjurkan meskipun sudah diterapkan teknologi Wolbachia berdasarkan Kemenkes RI, namun alangkah baiknya tetap melakukan 3 M yakni menguras, menutup, mendaur ulang. 

"Serta menjaga kebersihan lingkungan," tandasnya. (MARINI/H)