BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Sihol Parningotan Lumban Gaol bertahun-tahun memperjuangkan pembangunan SD di sekitar Perumahan Pandawa, Kelurahan Pasir Putih, namun pembangunan tersebut terancam batal karena kondisi anggaran daerah.
"Ini tahun kelima kami memperjuangkan untuk pendirian 1 unit Sekolah Dasar di seputaran Perumahan Pendawa yang sampai saat ini tidak berhasil saya perjuangkan," kata Gaol, Sabtu, 2 Desember 2023.
Setiap ia menanyakan kelanjutan pembangunan SD tersebut melalui Sekretaris Daerah sebagai ketua TAPD maupun kepala OPD yang bersangkutan menyatakan bahwa anggaran daerah tidak ada.
"Sehingga kita harus tetap menerima hasil zonk dengan alasan anggaran tidak ada," ujarnya. Pembangunan SD di kawasan itu bersifat urgen. Karena SD yang ada sudah mengalami over kapasitas.
Masyarakat sekitar Bundaran Belanga, Islamic Center, ke arah Perumahan Pendawa mengeluh kesulitan memasukkan anak-anak mereka ke jenjang SD.
Ada 2 SD di sekitar kawasan itu yakni SDN 7 Ketapang dan SDN 4 Sawahan. Keduanya sudah dalam keadaan over kapasitas peserta didik.
Bahkan di SD 4 Sawahan, penerimaan siswa baru beberapa bulan lalu hanya tersedia 2 ruang kelas dengan jumlah maksimal 64 peserta didik. Sementara pendaftar mencapai ratusan.
Kondisi ini mengakibatkan banyak orang tua dan anak-anak kesulitan mendapatkan sekolah alternatif karena sistem zonasi SD juga telah berlaku bagi untuk pendaftaran. Jika pun ada sekolah yang mau menampung, jaraknya terlalu jauh.
--page
Bahkan Juni 2023, dirinya bersama Wakili Bupati Irawati dan Pelksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Irfansyah telah meinjau lokasi rencana pembangunan sekolah dasar itu.
"Kami berharap ada kelanjutan mengenai pembangunan SD ini karena sifatnya mendesak. Semoga ini menjadi semangat bersama antara Pemerintah daerah dan DPRD untuk bisa bersinergi dengan baik dan cepat dalam membangun dunia pendidikan Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









