BORNEONEWS, Palangka Raya - Aspianur, seorang pemuda pengidap gangguan mental akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RJS) Kalawa Atei setelah kurang lebih 10 tahun dipasung oleh sang ibu, Sarinah, di rumahnya, di Jalan Ranying Suring Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (28/4/2016). 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng, Guntur Talajan datang langsung ke rumah pria yang akrab disapa Nur ini untuk melihat  kondisinya dan turut mengantarkannya ke RSJ Kalawa Atei.

Menurut Guntur, pihaknya menerima laporan dari warga setempat terkait adanya pemuda yang mengidap gangguan mental ini dan kerap kali mengamuk. Sang ibu yang tak memiliki biaya untuk mengobatinya terpaksa hanya mengurung Nur di rumah kecilnya yang juga digunakannya sebagai warung pinggir jalan.

"Dulu pernah diobati tapi nggak sembuh. Jadi saya bawa ke rumah saja. Nggak ada biayanya juga, saya sendiri yang urus," kata Sarinah kepada Borneo News.

Sarinah yang sehari-hari berjualan aneka makanan dan minuman mengaku Nur mulai kehilangan kesehatannya saat megikuti Ujian Nasional ketika masih duduk di bangku SMA. Kala itu, menurutnya, Nur berubah menjadi pendiam dan sering melamun sehingga UN-pun tak bisa dilewatinya dengan baik. Akibatnya ijazah SMA dari SMAN 4 Palangka Raya tempatnya menuntut ilmupun tak mampu diraih.


Semakin hari kesehatan Nur semakin memburuk hingga akhirnya Sarinah terpaksa mengikat anak tertuanya itu di rumah lantaran kerap kali mengamuk di jalanan.

"Sekarang umurnya 30 tahun lebih, adiknya sekarang SMP. Dulu waktu yang SMP itu baru umur 9 bulan, suami saya pergi, kawin lagi. Saya nggak ada biaya untuk obati Nur, terpaksa saya ikat di rumah," tutur Sarinah sambil berurai airmata.

Warga yang merasa kasihan akhirnya melaporkan kondisi ini ke Dinsos Palangka Raya yang kemudian diteruskan laporannya ke Dinsos Kalteng. Saat didatangi Dinsos, kondisi Nur sangat mengenaskan. Ia diikat dengan rantai tanpa busana di pojokan rumah yang gelap.

Usai dimandikan dan diberi pakaian dan akan dibawa ke Kalawa Atei, Nur sampai bersujud di dekat kaki ibunya dan menangis tak mau dibawa pergi. Ia mengeluh mau pingsan karena menelan kertas dan belum makan nasi. Namun dengan segala upaya Nur akhirnya dapat dimasukkan ke mobil ambulans dan dibawa langsung ke Kalawa Atei.

"Seminggu yang lalu kami dapat laporan, saya perintahkan staf saya untuk menelusuri laporan dan hari ini saya ajak Dinsos Kota untuk membawa pasien ini ke Kalawa Atei. Untuk Kabupaten/Kota yang lain juga saya harapkan kalau ada yang seperti ini harus bergerak cepat, bawa ke Puskesmas, bawa ke Kalawa Atei, jangan lambat kerjanya," tutur Guntur. (TESTI PRISCILLA/m)