PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plh. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Kalteng Suhaemi mengatakan, hanya orang dalam atau admin Dukcapil yang mengetahui data kependudukan. Pernyataan ini menjawab wartawan soal isu adanya kebocoran data kependudukan atau data pemilih Pemilu 2024.

Namun ia menjamin data Dukcapil Provinsi Kalteng tidak bisa bocor. Terkecuali ada oknum yang membocorkan, dirinya juga menyatakan bahwa tidak semua orang pegawai Dukcapil yang bisa memegang data kependudukan.

"Ya, hanya dua orang saja adminnya. Data server itu terkoneksi dengan Dukcapil pusat, jadi bila ada satu bocor maka pihak pusat akan mengetahui," katanya, Selasa, 5 Desembet 2023.

Ia juga menerangkan, server kependudukan Se-Indonesia cuma satu. Ia juga mempertegas kembali bahwa data kependudukan tidak sembarangan bocor, karena yang mengelola orang dalam atau pegawai Dukcapil bersangkutan.

"Bahkan saya pun tidak tau, karena tidak memiliki hak akses," tegasnya.

--page

Ia juga menambahkan, kasus kebocoran data ini harus dijelaskan pemerintah kepada publik mulai dari proses penanganan, tindak lanjut pencegahan dan penindakan hukum. (MARINI/j)