BORNEONEWS, Kasongan - Hama walang sangit menyerang puluhan hektar tanaman padi warga Kabupaten Katingan. Akibatnya, petani terancam gagal panen untuk musim tanam Asep (April-September) ini.

"Selain tanaman padi di wilayah selatan, walang sangit juga menyerang tanaman padi warga di bagian tengah, dan utara," kata Sekda Katingan Nikodemus usai memberikan sambutan pada acara rapat koordinasi koordinator olahraga kecamatan di Losmen Citra Katingan, Kamis (28/4/2016).

Menurutnya, sebelumnya ia mendapat laporan dari warga dan juga petugas penyuluh lapangan (PPL) terkait serangan hama walang sangit itu.

"Untuk di bagian selatan atau hilir, menurut laporan camat, dari luas 7.300 hektar tanaman padi, sebanyak 10 persenya dirusak oleh walang sangit ini," katanya.

Sementara di bagian tengah dan utara, ia mengaku belum memiliki data akurat terkait luasan areal tanaman padi yang diserang walang sangit itu.

Selama ini, kata Sekda Niko, petani di wilayah tengah dan utara membudidayakan padi ladang atau gunung umur enam bulan dengan panen hanya sekali dalam setahun, sementara untuk petani wilayah hilir bisa panen dua kali bahkan ada yang sampai tiga kali panen dalam setahun dengan varietas padi unggul umur tiga bulan.

"Untungnya petani di bagian tengah dan utara ini menurut laporan sawah yang diserang walang sangit tidak terlalu banyak seperti di wilayah hilir, sebab petani di tengah dan utara ini kalau tanamannya sudah dirusak maka mereka akan bisa tanam lagi tahun depan, beda dengan wilayah hilir yang bisa tanam lagi," katanya.

Sebab, kata Sekda, rata-rata padi yang diserang walang sangit ini masih buah susu atau baru keluar malei padinya.

"Yang jelas akibat serangan hama walang sangit ini jelas mempengaruhi produktifitas padi kita untuk mueim tanam Asep ini,".
Sekda Niko menambahkan pada tahun 2015 lalu Katingan surplus beras.

"Untuk tahun ini kita belum tahu apakah kita masih bisa surplus atau tidak, tapi dari informasi petugas penyuluh lapangan, serangan walang sangit kali ini tidak terlalu mempengaruhi produksi padi nantinya," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)