BORNEONEWS, Palangka Raya - Plh. Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Kalimantan Tengah, Suhaemi mengatakan kebocoran data yang menghebohkan pemberitaan saat ini terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mahasiswa Kalteng bukan dari sistem pihaknya.
Dia juga mengangap pemberitaan dari Ketua APROGSI (Asosiasi Programer Indonesia) Ahamd Hady Surya Melalui Video TikTok terkait pemberitaan kebocoran 1 Juta data DPT Kalteng pada 1 Desember 2023, dan bocornya 4900 data mahasiswa Kalteng yang diperjualbelikan melalui situs Darkweb pada 3 Desesember 2023.
Lalu berdasarkan penyelusuran dari tim investigasi IT gerbangdesa.com terkait bocornya data Pejabat Kalteng tanggal 5 Desember 2023, berdasarkan tupoksi Dukcapil pihaknya berpendapat dan meyakini bahwa sumber kebocoran bukan dari Sistem Dukcapil.
"Berdasarkan tupoksi kami berpendapat dan meyakini bahwa sumber kebocoran bukan dari sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah," katanya, Rabu, 6 Desember 2023.
Ia memperjelas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalteng sudah menerapkan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) terpusat.
Sehingga pendataan penduduk dengan membangun database penduduk yang sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan menggunakan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi data.
"Artinya kalau ada kebocoran tentang data bukan bersumber dari Sistem Adminduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil provinsi dan kabupaten/kota," jelasnya.
Database SIAK milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Jakarta. (MARINI/R)








