KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memfasilitasi DP3APPKB Provinsi Kalteng dalam menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di GPU Damang Batu Kota Kuala Kurun, Kamis, 7 Desember 2023.

"Kami pemkab Gunung Mas menyambut baik kegiatan yang digelar oleh DP3APPKB Provinsi Kalteng ini, dan diharapkan sosialisasi ini meningkatkan partisipasi untuk mempromosikan, serta meningkatkan kemitraan dan kerjasama dalam pelaksanaan program pencegahan perkawinan usia anak," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda, Richard, Kamis, 7 Desember 2023.

Dia melanjutkan perkawinan usia anak memiliki dampak antar generasi, bayi yang dilahirkan oleh anak perempuan yang menikah pada usia anak memiliki resiko kematian lebih tinggi.

Kemudian, kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal sebelum usia satu tahun dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang telah berusia dua puluh tahunan.

"Bayi yang dilahirkan oleh pengantin anak juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk lahir prematur, dengan berat badan lahir rendah, dan kekurangan gizi," paparnya.

Oleh karena itu perlu penekanan kembali pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat luas untuk mencegah perkawinan usia anak dan stunting demi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3APPKB Provinsi Kalteng Yuyun Wahyudi mengatakan bahwa ada sekitar 100 peserta yang mengikuti sosialisasi hari ini. Peserta tersebut terdiri dari siswa-siswi dan para guru.

--page

"Kami berharap, melalui sosialisasi ini dapat memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi peserta mengenai pentingnya pencegahan perkawinan usia anak," tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan sesi tanya jawab yang mana peserta terlihat antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber yang hadir. (RISKA YULYANA.R)