BORNEONEWS, Pangkalan Lada - Pasar Sayangan, di Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang digadang-gadang bakal menjadi sentra ekonomi masyarakat Pangkalan Lada sejak dibangun pada 2007 hingga saat ini mangkrak.
Hampir 10 tahun, pasar yang dibangun dengan dana APBN ini tidak difungsikan. Berbagai upaya sudah dilakukan baik oleh Dinas Koperasi UMKM dan Pasar serta oleh pemerintah desa Pandu Sanjaya untuk menghidupkan kembali pasar yang telah mati suri. Belum lagi upaya itu berhasil, permasalahan muncul dari seorang warga yang mengklaim merupakan ahli waris dari pemilik tanah yang berdiri pasar seluas empat hektaer itu. Klop sudah kesuraman masa depan pasar yang sudah menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut.
Kepala Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kobar, Jojo Purnomo menegaskan, pada prinsipnya mati surinya pasar tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap roda perekonomian di desanya. Walau begitu, ia mengatakan, dengan hidupnya Pasar Sayangan, maka nilai transaksi keuangan yang beredar setiap harinya akan melebihi dari perputaran uang desa tetangganya.
"Saya yakin melebihi dari transaksi keuangan yang ada di desa lain kalau Pasar Sayangan bisa kita hidupkan kembali," harap Jojo Purnomo saat dimintai tanggapannya oleh Borneonews, di ruang kerjanya, Kamis (28/4/2016).
Selain itu dengan fungsionalnya Pasar Sayangan, maka masyarakat secara ekonomi mengalami peningkatan. Untuk itu upaya yang dilakukannya adalah dengan melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan pasar serta selalu berkoordinasi dengan dengan pengelola pasar.
" Kita mendatangkan alat berat untuk membersihkan pasar, agar kekumuhan dapat diminimalisir," cetus Jojo.
Upaya lainnya yakni membuka pasar pekan (minggu) di bagian belakang pasar, walau dengan lapak pedagang menyediakan berbagai kebutuhan dapur, sembako dan kebutuhan lainnya di pasar yang di buka saban hari minggu itu.
Berbagai keramaian pun digelar, termasuk membuka pasar malam serta pagelaran berbagai even yang melibatkan pihak swasta.
"Semua upaya itu untuk memancing agar para pedagang dapat berinvestasi di Pasar Sayangan," harap Jojo.
Ia berharap agar pemkab sesegera mungkin dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di Pasar Sayangan. Menurutnya kalau klaim lahan pasar itu dapat selesai, maka pedagang pun tak akan ragu dalam berinvestasi.
"Tapi saya engga terpengaruh dengan klaim itu. Upaya agar pasar itu cepat berfungsi selayaknya pasar yang menjadi prioritas saya." Pungkas Jojo.
Sementara itu Eko Waluyo, warga Desa Pandu Sanjaya berharap agar pasar yang selama 10 tahun ini mangkrak dapat segera berfungsi, sehingga keberadaan pasar tersebut dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan warga desa. "
Ya, segera saja selesaikan berbagai persoalan yang ada di situ. Pasar tersebut saya yakin akan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi bagi desa lainnya," harap Eko. (KOKO SULISTYO/m)


