SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalih fungsikan Pasar Rakyat Mentaya menjadi swalayan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Lokasi ini langsung kita resmikan karena selama ini dianggap mangkrak jadi kita fungsikan selanjutnya ini akan menjadi Swalayan UMKM," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disperdagin) Kotim Zulhaidir, Sabtu, 9 Desember 2023.

Peresmian Swalayan UMKM tersebut ditandai penandatanganan prasasti oleh Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor saat pembukaan Sampit Trade Expo dan Bisnis Matching.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut Wakil Bupati Irawati, Ketua DPRD Rinie, Kapolres Kotim AKBP Sarpani dan sejumlah kepala OPD.

Pasar Rakyat Mentaya di Jalan A Yani Sampit semula bertujuan untuk pedagang pasar tradisional. Namun karena letak lokasinya yang tidak memungkinkan digunakan sebagai pasar tradisional maka sesuai Usulan pemerintah Kabupaten kepada Kementerian Perdagangan akhirnya disetujui menjadi Swalayan UMKM.

Swalayan UMKM ini didesain untuk kegiatan UMKM dan pusat oleh-oleh di Kotim, seperti pusat oleh-oleh Krisna di Bali.

Disperindagin merencanakan pengoperasian swalayan UMKM awal tahun 2024 dengan sistem satu manajemen dari Dekranasda yang akan membentuk koperasi. 

--page

"UMKM kita imbau untuk memasukkan barang di sini, tidak membayar gratis kita siapkan tempat rak kapasitasnya luar biasa ada ratusan rak," ujarnya.

Lanjutnya, dengan difungsikannya swalayan UMKM ini diharapkan dapat menambah pemasukan daerah.

Diketahui, Pasar Rakyat Mentaya dibangun tahun 2017 dengan desain 197 lapak dan 17 kios menelan dana APBN Rp5,8 miliar. Selanjutnya proses pembangunan pasar tersebut dilimpahkan kepada Pemkab Kotim. Pemkab Kotim menggelontorkan dana ratusan juta sejak 2021 untuk merombak Pasar Rakyat Mentaya menjadi swalayan UMKM. (DEWI PATMALASARI/R)