BORNEONEWS, Sampit - Sampit Trade Expo dan Bisnis Matching salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperkenalkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Ini untuk mempromosikan produk-produk daerah kita dan harapannya sesuai dengan keinginan pemerintah pusat dan regulasi yang ada juga bahwa kedepannya produk yang digunakan adalah produk lokal," kata Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Sabtu, 9 Desember 2023.
Sampit Trade Expo yang digelar di Pasar Rakyat Mentaya, Jalan A Yani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Irawati, Ketua DPRD Rinie, Kapolres Kotim AKBP Sarpani dan sejumlah kepala SOPD serta camat.
Sampit Trade Expo melibatkan OPD Dinas/badan 14 stand, Kecamatan 4 stand, organisasi 3 stand, kuliner UMKM 22 stand, dan pasar rakyat 15 stand. Agar hasil produk lokal bisa dipasarkan dan dimaksimalkan dalam rangka meningkatkan kegiatan masyarakat terutama para UMKM. Dengan
"Karena kita berharap UMKM dari yang terkecil nanti menjadi menengah lalu kedepannya menjadi besar," ujarnya.
Ia berterima kasih kepada seluruh OPD yang terlibat dalam Sampit Trade Expo dan turut serta membina UMKM. Hal ini mewujudkan motto Kotim habaring hurung bergotong-royong, bersama memajukan UMKM dan meningkatkan perekonomian di Sampit.
Kepala Dinas Perdagangan (Disperdagin) Kotim Zulhaidir mengatakan, Sampit Trade Expo telah dipersiapkan selama satu bulan. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 5 hari 8-11 Desember 2023.
"Kita memilih lokasi ini sekaligus peresmian menjadi swalayan UMKM. Karena selama ini tempat ini dianggap mangkrak," ujar Zulhaidir. (DEWI PATMALASARI/R)









