TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tidak banyak pilihan yang dapat dilakukan saat bencana datang melanda. Demikian juga yang dialami oleh para penghuni Pastoran (tempat kediaman pastor) Pusat Latihan Pemberdayaan atau PLP di Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Banjir yang mulai menggenangi kawasan itu mulai pukul 17.00 WIB membuat Pastor Fransiscus Arisetyo, Pr harus berbaring di atas meja makan untuk melepas lelah.

"Sekarang  di dalam rumah air yang menggenang sudah mencapai 30 sentimeter," ujar pria yang akrab disapa Romo Aris itu melalui pesan suara pada pukul 23.30 WIB, Minggu, 10 Desember 2023.

Sedangkan pada bagian-bagian tertentu di luar rumah di Komplek PLP Putai itu genangan air sudah mencapai 1 meter.

"Banjir cukup luas menggenang di area PLP ini, dari pintu gerbang masuk pokoknya semua tenggelam bahkan kolam-kolam ikan pun tenggelam jadi ikan bebas berenang keluar dari kolam," jelasnya.

Barang-barang elektronik seperti kulkas dan mesin cuci yang ada di pastoran dinaikkan ke atas kursi agar tidak basah. Meski demikian beberapa kasur sudah terlanjur tergenang air sebelum diselamatkan.

--page

"Kami memang tidak mengungsi tapi kendaraan sudah kami pindahkan ke tempat yang lebih tinggi, lalu sambungan listrik di tempat yang rendah juga kani matikan," terang Romo Aris.

Beruntung ternak yang dipelihara di pastoran itu berada dalam kandang panggung yang cukup tinggi sehingga masih aman dari banjir.

"Untuk keluar masuk area PLP memang tinggi genangan airnya melebihi banjir pada tahun-tahun sebelumnya, yang ini paling parah," ungkap Romo Aris. (BOLE MALO/j)