BORNEONEWS, Kasongan -  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan sepertinya sudah habis kesabarannya dengan pelanggan 'nakal' atau yang menunggak.  Sudah ada puluhan pelanggan PDAM ini yang sudah diputus rampung (total).

Direktur PDAM Kabupaten Katingan, Edy Rahmad Sosiawan mengatakan, puluhan pelanggan yang suplai air bersihnya diputus itu selain menunggak, juga ada pelanggan yang mencuri air di luar meteran.

"Terhadap pelanggan PDAM yang menunggak hingga beberapa bulan, dan ada pelanggan yang melakukan pencurian air, sekarang kita tegas, yaitu melakukan pemutusan jaringan air PDAM atau putus rampung hingga pembongkaran," sebut Direktur PDAM Katingan, Edy Rahmad Sosiawan, Jumat (29/4/2016) siang.

Menurutnya, selama 2016 ini pihaknya sudah memutus rampung lebih dari 20 pelanggannya. Edy mengaku, terhadap pelanggan yang terpaksa diputus ini sudah dinilai melampaui toleransi.

"Untuk pelanggan yang menunggak empat bulan ke bawah petugas kita yang melakukan penagihan, namun bagi pelanggan yang menunggak enam bulan ke atas kita serahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Kasongan untuk melakukan penagihan itu, sebab antara PDAM dengan pihak Kejari Kasongan sebelumnya sudah ada kerjasama terkait masalah ini," katanya.

Saat ini, imbuhnya kapasitas mesin pengolah PDAM di Kasongan sudah mampu menghasilkan 25 liter per detik.

"Yang jelas sedikit-demi sedikit kita melakukan penertiban dulu kepada pelanggan yang menunggak. Ini dibarengi dengan jam operasional kita yang sudah 24 jam," katanya.

Untuk itu Edy berharap kesadaran masyarakat pelanggan PDAM agar kewajiban membayar rekening airnya dipenuhi.
Sebab jika menunggak lebih dari tiga bulan PDAM akan memutus sementara suplai air ke pelanggan. (ABDUL GOFUR/m)