BORNEONEWS-Sampit:  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyiapkan lahan sekitar dua hektare di Desa Camba Kecamatan Kotabesi yang akan digunakan sebagai pusat pengembangan bibit ikan jelawat.

“Tahun ini kita menyiapkan lahannya sekitar dua hektare di Desa Camba untuk pembenihan ikan jelawat ini,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kotim, Heriyanto, Jumat (29/4/2016).

Dikatakan Heriyanto, bahwa selama ini pembenihan ikan termasuk ikan jelawat dipusatkan di Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Mentaya Hilir Utara.  Namun belum maksimal karena terkendala kualitas air. Untuk itulah pemerintah daerah berencana membangun pusat pengembangannya di lokasi baru yakni Desa Camba untuk pembenihan dan pembesaran ikan jelawat.

“Nanti kalau pusat pembenihan ikan jelawat di Desa Camba sudah selesai, yang di BBI sana akan kita pindahkan semua ke Desa Camba,” katanya.

Pemerintah daerah akan membantu beberapa jenis benih ikan selain jelawat sehingga masyarakat bisa bertahan dengan menikmati panen jenis ikan lainnya dengan usia siap panen rata-rata sekitar enam bulan sambil menunggu panen ikan jelawat. Sebab jenis ikan jelawat masa panennya sampai tiga tahun.

DKP terus mendukung dan mendorong peningkatan produksi ikan, baik perikanan tangkap, budidaya maupun pengolahan dan pemasaran serta kelompok pengawasan masyarakat. Namun diakuinya, dukungan pada sektor budidaya lebih besar mengingat potensinya masih sangat besar.

Perikanan budidaya umumnya terdapat di kawasan Tengah dan Utara, sedangkan perikanan tangkap terkonsentrasi di kawasan Selatan karena dekat dengan laut. Tapi saat ini ada warga di kawasan Selatan yang mulai mengembangkan budidaya ikan, seperti di Desa Sei Ijum dan Satiruk. (FI/     *)