BORNEONEWS, Lamandau - Sejumlah petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau kembali membagikan obat pencegah penyakit kaki gajah atau Filariasis di kantor Dinkes setempat, Komplek Perkantoran Bukit Hibul Utara, Jumat (29/4) pagi.

Pembagian obat pencegahan filariasis ini merupakan program rutin Pemkab Lamandau. Kali ini pencanangan dan pembagian vaksin obat filariasis ini merupakan pembagian  periode ke-2, sejak dicanangkan pada 2015 dengan ditandai meminum obat pencegahan filariasis secara serentak.

"Diharapkan, dengan pembagian obat pencegahan filariasis ini, maka tahun 2020 sudah selesai dan tidak ada lagi ditemukan kasus penyakit kaki gajah ini," ungkap Kepala Dinkes Lamandau, dr Jozeb HF Rumouw, ketika itu.

Menurut dia, obat itu akan dibagikan kepada seluruh masyarakat melalui Puskesmas di masing-masing kecamatan yang pencananganya sudah dilakukan  Bupati Lamandau Marukan, beberapa waktu lalu.

"Targetnya dalam satu bulan kedepan pembagian obat ini sudah selesai, karena di bulan juni nanti hasilnya sudah harus dilaporkan ke Dinkes provinsi dan pusat terkait capaian dari program ini," ujarnya.

Ia menjelaskan pula, obat tersebut wajib diminum oleh masyarakat yang berusia antara 2-70 tahun yang tidak dalam keadaan hamil dan sakit berat.

"Sedangkan masyarakat yang meminum obat tersebut yang harus dengan pengawasan dokter adalah penderita penyakit darah tinggi, penderita penyakit jantung dan penderita penyakit hati," pungkasnya.

Hingga saat ini terdeteksi setidakknya ada tujuh warga Lamandau yang terdeteksi mengidap penyakit yang sulit disembuhkan dampaknya ini. Dari tujuh orang itu,  tiga orang di antaranya sudah meninggal dunia karena lanjut usia. Adapun empat orang lainnya kini berada dalam pengawasan Dinkes Lamandau. (HENDI NURFALAH/m)