BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaku usaha budi daya ikan di Kelurahan Pahandut Seberang, Palangka Raya, tidak terdampak signifikan meskipun Debit Air Sungai Kahayan mengalami kenaikan.
Hal ini berdasarkan informasi dari Penyuluh Perikanan dari Dinas Perikanan (Diskan) Palangka Raya. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan kunjungan ke kawasan tersebut untuk mengevaluasi dampak yang mungkin terjadi.
Sekretaris Dinas Perikanan Palangka Raya, Sri Utomo, menjelaskan, hasil kunjungan menunjukkan bahwa pelaku usaha budi daya perikanan di wilayah tersebut tidak terdampak secara signifikan.
"Sementara air pasang, karamba dan tambak ikut naik, namun ketika air surut, juga turun sesuai dengan perubahan alam," ujar Sri Utomo, Selasa, 12 Desember 2023.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh fleksibilitas karamba atau tambak ikan pelaku usaha yang mereka gunakan. Yakni dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tinggi rendahnya air Sungai Kahayan.
--page
"Dengan demikian, usaha budi daya ikan di wilayah tersebut tetap stabil meskipun menghadapi fluktuasi debit air sungai. Ini memberikan gambaran kuat tentang ketangguhan dan adaptabilitas pelaku usaha dalam menghadapi kondisi alam yang dinamis," pungkasnya. (PATHUR/Y)









