SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mendengarkan keluhan perawat dan bidan di desa pada Audiensi yang digelar di Aula Dinas Kesehatan setempat, Selasa, 12 Desember 2023.

"Mereka menyampaikan beberapa hal terutama sarana prasarana. Ada pustu yang kondisinya sudah tua, lapuk, dan banjir saat terkena hujan," kata Halikinnor.

Zulkifli seorang tenaga kesehatan dari Pustu Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit menyampaikan kondisi pustu yang memprihatinkan. Jika hujan terendam banjir, buaya dan ular kobra bisa masuk. Bahkan ketika musim pasang surut tidak bisa digunakan.

Kondisi tersebut sangat bertolak belakang bahwa semetinya pustu memberi layanan kesehatan, namun keadaannya justru dikhawatirkan menimbulkan penyakit. Zulkifli telah 3 tahun bertugas di pustu tersebut, seringkali pelayanan dilakukan di kantor desa atau masjid.

"Kalau bisa direlokasi, cari tempat yang representatif dan dibangun tinggi. Karena kalau diperbaiki tetap tenggelam tidak menyelesaikan masalah. Jadi harus dikoordinasikan dengan kades terkait tanahnya," ujar Halikin.

Seorang perawat di Pustu Desa Bagendang, juga mengadu masalah kenyamanan petugasnya. Karena sarana prasarana bocor, sehingga perlu di rehabilitasi.

Sementara Sumiati perwakilan dari Pustu Desa Tumbang Keminting, Kecamatan Bukit Santuai, mengatakan Pustu tempat ia ditugaskan belum rampung dibangun karena pemborong kabur. Sejak ia bertugas tahun 2013, pustu tersebut tak dilanjutkan padahal sudah diusulkan di setiap musrenbang desa.

--page

Halikin prihatin dengan kondisi infrastruktur Pustu yang menjadi garda terdepan menjaga kesehatan masyarakat. Ia pun berupaya membenahi Pustu yang kondisinya paling mendesak.

"Saya minta kepala dinas kesehatan menginventarisir mana Pustu yang mendesak. Ada banyak cara membenahi itu, melalui APBD atau CSR perusahaan. Asalkan ada data lengkap," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)