BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kotawaringin Barat (DP3APPKB Kobar) menyelenggarakan sosialisasi.
Kepala DP3APPKB Kobar Agus Basrawiyanta menjelaskan, kegiatan yang berlansung di aula dinas setempat ini, merupakan langkah konkret sebagai tindak lanjut surat dari DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah.
Peserta sosialisasi melibatkan perwakilan pelajar SMA, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Tim Penggerak PKK, Anggota Forum Puspa, dan Karang Taruna.
"Tujuan dari sosialisasi ini adalah mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga tidak harus semua kasus ditangani oleh UPTD PPA dinas," ujarnya, Rabu, 13 Desember 2023.
Disebutakannya, bahwa perempuan merupakan pihak yang sangat rentan terhadap tindak kekerasan.
--page
Kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat atau dapat mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan baik fisik, seksual, ekonomi, sosial dan psikis terhadap korban.
"Pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, memerlukan penanganan yang tepat dan melibatkan berbagai lembaga dan juga partisipasi masyarakat," sebutnya.
Selama ini, lanjutnya, Bidang Perlindungan Anak sudah seringkali melakukan sosialisasi ke sekolah terkait pencegahan kekerasan. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Saya berharap, peserta sosialisasi tersebut juga menyampaikan ilmu yang didapat kepada measyarakat sekitar maupun orang terdekatnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Puspa Kobar Ema Prastya Kustanti dalam sosialisasi itu menyampaikan bahwa pihaknya sering menemui kasus kekerasan. Pelaku kekerasan justru orang terdekat korban.
--page
“Misal kekerasan rumah tangga, atau kekerasan kepada anak di rumah, pelakunya kadang malah orangtua sendiri. Hal kecil yang tidak kita sengaja terkadang melukai perasaan anak," sebutnya.
Forum Puspa merupakan forum partisipasi public untuk kesejahteraan perempuan dan anak. Anggota forum ini terdiri dari beragam profesi, di antaranya akademisi, jurnalis, tenaga kesehatan, pelaku usaha dan anggota organisasi profesi yang peduli terhadap kesejahteraan perempuan dan anak.
"Forum Puspa merupakan bentukan kementerian secara berjenjang. Pada sosialisasi tersebut tidak hanya mendengarkan paparan materi saja, melainkan juga diisi dengan tanya jawab dan berbagi pengalaman," pungkasnya. (DANANG/H)









