SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menjadikan puskesmas pembantu (pustu) dan pos kesehatan desa (poskesdes) sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melayani kesehatan masyarakat.

"Pustu dan poskesdes harus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat," kata Bupati Kotim Halikinnor, Rabu 13 Desember 2023.

Halikinnor mengaku menyadari untuk mewujudkannya harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) dan sarana prasarana yang ada di pustu maupun poskesdes.

Salah satu yang ia telah lakukan adalah menerima aspirasi dari para nakes. Ragam aspirasi disampaikan kepadanya, mulai dari permintaan renovasi bangunan pustu, kelengkapan sarana prasarana, hingga insentif nakes dan pegawai di pustu maupun poskesdes.

“Untuk itu saya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan mendata betul-betul mana bangunan pustu yang benar-benar mendesak dan harus segera diperbaiki. Hal ini dikarenakan mereka inilah yang menjaga kesehatan masyarakat terutama yang berada di wilayah pelosok," tegasnya.

Halikinnor juga telah memberi tambahan anggaran operasional untuk setiap pustu sebesar Rp5.000.000 yang diterapkan mulai 2024.

Bupati juga merencanakan peningkatan kualitas nakes desa melalui bimbingan teknis, sebab kebijakan ini dinilai cukup positif dan menguntungkan bagi mereka.

Selain peningkatan sarana prasarana dan infrastruktur, ia juga menyadari peningkatan kapasitas dan kualitas nakes juga sama pentingnya.

Maka dari itu, pada 2024 Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyediakan anggaran untuk bimbingan teknis nakes pustu dan poskesdes agar bisa sigap dan tanggap jika ada situasi darurat.

--page

“Nakes pustu dan poskesdes ini perlu dilatih, supaya ketika menghadapi hal-hal yang bersifat mendesak mereka bisa, sehingga sebelum dilakukan rujukan ke rumah sakit atau puskesmas, pasien atau korban bisa ditangani lebih awal,” ucapnya.

ANTARA