BORNEONEWS, Sampit - Gerakan serentak berantas (grebek) stunting menyasar 2.163 anak di Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Grebeg stunting ini inovasi dari kita menunjukkan keseriusan dalam rangka menurunkan angka stunting," kata Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.
Pemkab Kotim menggelar grebek stunting serentak untuk 21 puskesmas di 17 Kecamatan, Rabu, 13 Desember 2023. Halikinnor pun turut membagikan susu dan telur ke sejumlah rumah warga di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Dia mengatakan, selama ini penanganan stunting berlangsung di setiap OPD yang menanganinya sesuai instruksi pemerintah pusat dan Provinsi.
"Kali ini kita anggarkan khusus supaya betul-betul memutus stunting sesuai harapan pemerintah pusat bahwa 2024 stunting hanya 14 persenn sementara saat ini Kitim pada posisi 22,6 persen," ujarnya.
--page
Pemkab Kotim menganggarkan Rp1 miliar dimana sebagian besar dananya untuk membagikan susu dan telur selama 3 bulan kepada anak-anak penderita stunting. Adapun jumlah telur 195.000 butir dan susu 95.000 kotak.
Lanjutnya, kader Posyandu akan memantau perkembangannya selama 3 bulan berturut-turut dan dievaluasi apakah upaya ini menunjukkan penurunan signifikan angka stunting.
Ia berharapan minimal mampu menurunkan stunting 14 persen, sehingga anak-anak penerus generasi bangsa betul-betul anak menjadi yang sehat.
"Selain membagikan susu dan telur, kita juga mengedukasi orang tua bahwa makanan bergizi dan berprotein tidak harus mahal apalagi di daerah kita ikan bisa kita cari dan telur bisa pelihara ayam sendiri," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









