SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) gencar upayakan pengembangan Bandara H Asan Sampit bertujuan untuk Minimalkan ketidak pastian penerbangan.

"Kita sudah melakukan ekspos hasil kajian pengembangan Bandara. Kajian ini bekerjasama dengan Tim Ahli Universitas Brawijaya untuk membuat analisis pengembangan bandara," kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 14 Desember 2023.

Dia berharap, dengan kajian teknis tersebut dapat memperkuat usulan pengembangan Bandara H Asan Sampit ke Kementerian Perhubungan agar disetujui.

Lanjutnya, pengembangan bandara bukan hanya memperpanjang landasan pacunya tetapi juga fasilitas lainnya. Agar maskapai baru melayani penerbangan di Sampit sehingga menekan harga tiket yang saat ini terlampau tinggi.

"Jumlah penduduk kita tidak pernah berkurang dan dengan potensi sumber daya alam yang ada di Kotim dengan investasi yang sudah masuk maupun yang akan beroperasi itu sangat besar. Itu membutuhkan transportasi darat baik darat, laut, maupun udara," tandasnya.

--page

Sementara itu, Tim Ahli Universitas Brawijaya Aris Subagio mengatakan, Bandara Haji Hasan memiliki potensi karena jumlah penduduk dan investasi terbesar di Kalteng berada di daerah ini.

Bandara H Asan Sampit memiliki sejarah kejayaan layanan penerbangan sebelum pandemi covid-19. Namun saat ini hanya menyisakan 2 penerbangan dengan ketidak pastian jadwal.

"Bahkan saya dari Surabaya menuju Sampit hanya ada satu maskapai yang mematok harga tertinggi. Karena hanya satu-satunya mereka memonopoli harga. Ada pengalaman dari masyarakat bahwa satu hari sebelum penerbangan dibatalkan padahal sudah memiliki rencana," jelasnya. (DEWI PATMALASARI/j)