BORNEONEWS, Palangka Raya - Investasi di Provinsi Kalimantan Tengah saat ini belum optimal dam salah satu penyebabnya karena belum tersedianya sebuah sistem yang dapat menampilkan data dan peta potensi investasi Kalteng yang berbasis digital.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Tengah (DPMPTSP Provinsi Kalteng) Sutoyo.
Menurutnya data dan peta potensi investasi saat ini masih berbentuk buku, sehingga mengakibatkan keterbatasan akses bagi pelaku usaha untuk mendapatkan informasi.
"Diperlukan upaya percepatan peningkatan investasi di Kalteng untuk memberikan kemudahan akses informasi dalam rangka memperkenalkan potensi investasi daerah lebih efektif dan efisien," katanya, Kamis, 14 Desember 2023.
Hal ini katanya agar mampu menarik lebih banyak investor dari dalam maupun dari luar negeri. Pihaknya mengambil langkah proyek yang diberi nama SI-IPIN atau Strategi Akselerasi Peningkatan Investasi.
"Dengan harapan dapat mengekselerasikan dunia investasi kita lebih mempermudah informasi dalam data dan peta potensi investasi," tandasnya. (MARINI/R)








