PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Putra-putri Kalimantan telah menyebar di berbagai belahan Indonesia hingga Mancanegara. Salah satunya Organisasi Mahasiswa Kalimantan bernama Perhimpunan Mahasiswa Qur'ani (PMQ) Borneo Universitas PTIQ-IIQ Jakarta.

Organisasi PMQ Borneo tersebut kini sudah berdiri hingga memasuki usia ke-13 tahun. Organisasi tersebut menjadi rumah bagi mahasiswa Kalimantan yang merantau mencari ilmu pengetahuan serta pengalaman di kota Metropolitan. 

Untuk itu, Organisasi PMQ Borneo mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari lahir berdirinya organisasi tersebut bersama seluruh mahasiswa Kalimantan se-Jabodetabek dan para mahasiswa se-Jabodetabek, Kamis, 14 Desember 2023.

"Agar bisa dikenal para tokoh daerah maupun di RI bahwa kami mahasiswa Kalimantan bisa mengharumkan nama baik daerah, ingin memperkenalkan Organisasi PMQ Borneo ini ke seluruh organisasi daerah se-nasional yang ada di Jakarta," ujar Ketua Umum Organisasi PMQ Borneo, M Ikhwan Nur Fadilah.

Ikhwan mengatakan, perhimpunan ini memiliki tujuan besar untuk membantu putra-putri Kalimantan semakin berkembang.

--page

"Kami bisa dan kami mempunyai tekad keseriusan dalam organisasi mahasiswa Qur’ani Kalimantan ini untuk menambah wawasan dan berakhlakul karimah," katanya.

Peringatan Organisasi PMQ Borneo ke-13 tahun dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Pra Harlah yang diisi dengan turnamen Futsal dan Badminton antarorganisasi daerah se-Indonesia yang berada di kampus mereka.

Kemudian, diikuti dengan Harlah yaitu Seminar Inspirasi, dihadiri tokoh publik daerah hingga pusat dan peserta dari berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus di Jakarta, dengan tema 'Eksistensi Generasi Milenial Untuk Membangun Ekonomi Kreatif Dalam Bingkai Keberagaman'.

Dilanjut dengan acara puncak yaitu Borneo Fest berupa Kajian Sharing Time "Don’t Feel Alone” bersama ustadz agama Fachrul & Friends, dihadiri juga artis ibu kota seperti Dara Arafah, Nadzira Shafa Askar, Khalil Toktok dan Influencer muda lainnya.

"Membuat event kajian sharing time ini agar mempererat tali silaturahim, meningkatkan pengetahuan, mengisi jiwa keimanan dan yang pastinya mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ucap Ikhwan.

Dia melanjutkan, ada beberapa hal penting harus dipelajari dahulu bagi seorang mahasiswa rantau, khususnya putra-putri Kalimantan yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di luar daerah asalnya.

"Bagaimana cara beradaptasi di lingkungan baru, belajar menyesuaikan diri dari tradisi yang mana tradisi tersebut belum pernah ditemui di kampung halaman, dan belajar berjuang mandiri dari jauhnya jarak entah itu orang tua dan keluarga," tuturnya.

"Tidak hanya rumah, tetapi juga sebagai wadah berbagi dan pengembangan diri yang diharapkan bisa mencapai kancah Nasional bahkan Internasional, terbukti dari banyaknya mahasiswa Kalimantan yang terus saja membanggakan baik itu untuk daerah, kampus dan Negara Indonesia," pungkasnya. (NURITA/Y)