BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Madrasah disebut harus paham dan bisa mengisi EDM eRKAM.
Hal ini diungkapkan dalam bimbingan teknis atau bimtek pendampingan pengisian Evaluasi Diri Madrasah, elektronik Rencana Kerja Anggaran Madrasah atau EDM eRKAM madrasah se Kota Palangka Raya di aula MTsN 1 Palangka Raya.
Narasumber bimtek EDM eRKAM, H Rumaidi menekankan pentingnya kepala madrasah paham dan bisa mengisi EDM eRKAM.
"Jangan semuanya dikerjakan oleh operator," tegas Rumaidi dalam keterangan resminya pada Jumat, 15 Desember 2023.
Pengisian EDM eRKAM, lanjutnya, bertujuan untuk menilai kinerja madrasah, pemetaan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan madrasah, menentukan program prioritas madrasah dan sebagai acuan penyusunan rencana kerja madrasah dan rencana anggaran madrasah.
Kegiatan bimtek EDM eRKAM ini diikuti 53 kepala madrasah se-Kota Palangka Raya. Mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau MI, Madrasah Tsanawiyah atau MTs, dan Madrasah Aliyah atau MA.
--page
Kegiatan yang digagas bidang pendidikan madrasah Kemenag Kota Palangka Raya merupakan kegiatan peningkatan pemahaman kepala madrasah dalam hal pengisian EDM eRKAM, sehingga ke depan dalam pengisiannya bisa sesuai, tidak ada kesalahan dan tepat waktu.
Sementara sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H Nur Widiantoro mengatakan bahwa biasanya hambatan yang terjadi pada sekolah berbasis agama ialah pengelolaan madrasah yang apa adanya.
"Yang penting ada gurunya, siswanya dan gedungnya. Kalau ingin mendirikan madrasah harus serius," tegas Nur. (TESTI PRISCILLA/H)









