PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 70 buku cerita anak dwibahasa yang telah dicetak Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa daerah Kalteng.

"Jadi buku cerita dwibahasa ini dicetak dalam dwibahasa, yakni Bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Nah bahasa daerahnya ini ada 8 rumpun bahasa daerah di Kalteng ini," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Muhammad Muis dalam keterangan resminya pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Muis menjelaskan bahasa-bahasa tersebut antara lain bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Sampit, Dayak Ot Danum yakni Kadorih, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin.

"Buku-buku yang diterbitkan memiliki tujuan untuk tingkat TK/PAUD dan SD kelas awal, dengan harapan dapat membangun semangat membaca dan literasi di kalangan anak-anak," tutur Muis lagi.

Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan buku ini merupakan perjalanan panjang, melibatkan berbagai tahap seperti pengadaan bimbingan teknis kepenulisan, pembuatan ilustrasi, survei keterbacaan, penyuntingan, hingga persiapan untuk naik cetak.

--page

"Para penulis yang berpartisipasi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, menciptakan karya-karya dengan menggunakan berbagai bahasa daerah dari daerah setempat," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)