BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kumai sering bermasalah. Mulai dari jebolnya Current Transformer (CT) di panel peralatan proteksi, hingga kerusakan pompa motor servo pada panel Circuit Breaker (CB) atau rangkaian pemutus kontak lisrik. Pangkalan Bun pun padam beberapa hari.

Manager Rayon PLN Pangkalan Bun Purwanto, Minggu (1/5/2016) kepada Borneonews menjelaskan tentang hal tersebut. 

"Jumat (29/4/2016) siang kami masih melakukan penyempurnaan terhadap CT yang terpasang di panel proteksi. Caranya yaitu memindahkan jumper pada CT agar kemampuannya maksimal sesuai arus yang lewat," jelasnya.

Setelah penyempurnaan CT selesai dilakukan pada malam harinya, lanjutnya, secara bertahap  listrik kembali dinyalakan. 

"Namun pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, tiba-tiba terjadi lagi kerusakan motor servo pada panel CB. Motor servo berguna mensuplai listrik pada rangkaian accu yang kenudian mengalirkan tenaga listrik tegangan rendah 220 volt dan 380 volt ini berguna untuk menjalankan fungsi panel CB untuk menggerakkan pompa oli, kompresor, pompa minyak, pompa air dan lainnya," jelasnya.

Karena servo motor mengalami kerusakan, saat ini alat tersebut dioperasikan manual dengan cara di pompa menggunakan tuas engkol (slinger). 

"Karena saat itu motor servo rusak, sehingga accu dan lampu penerangan emergency sudah redup. terpaksa kita mengandalkan lampu senter untuk perbaikan. Karena itulah kita harus benar-benar memastikan seluruh peralatan sudah terpasang sempura sebelum melakukan engkol stater panel CB. Jadi kenapa di beberapa tempat padamnya lama, lantaran kita harus bertahap untuk mengalirkan kembali listriknya pada jaringan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)