BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, mengungkapkan pentingnya upaya pelestarian tradisi Mamapas Lewu bagi suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ritual tolak bala ini memiliki tujuan untuk membersihkan dan mensucikan alam serta lingkungan hidup dari berbagai marabahaya, sial, wabah penyakit dan hal buruk lainnya.
Mamapas Lewu adalah salah satu tradisi yang telah dijalankan oleh suku Dayak secara turun temurun. Ritual ini melibatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan serangkaian upacara dan doa untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya memiliki nilai religius yang tinggi, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar agar lebih mencintai budaya.
"Tradisi Mamapas Lewu merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap agama dan kepercayaan suku Dayak, ritual ini juga memiliki manfaat nyata," katanya, Senin, 18 Desember 2023.
Ia mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian Mamapas Lewu, termasuk melibatkan generasi muda dalam mempelajari dan menghargai warisan budaya ini.
"Kita perlu melibatkan semua elemen masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga dan melestarikan tradisi Mamapas Lewu. Dengan demikian, kita dapat menjaga keberlanjutan tradisi ini," pungkasnya. (HENDRI/R)
Pj Wali Kota: Ritual Mamapas Lewu Wajib Dilestarikan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







